MENU
|
|
Jenis | : |
KKM
|
Judul | : |
Penentuan pokok produksi minyak nilam untuk merencanakan lapa pada UD Liman Jaya Desa Kutaliman Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas
|
Subjek | : |
MINYAK NILAM
|
Pengarang | : |
UTAMI, Arie Kurnia
|
Pembimbing | : |
1. Ir. Ari Purwaningsih, M.Si.,
2. Altri Mulyani , S.P, M.Sc.
|
Prodi | : |
SOSEK PERTANIAN/AGRIBISNIS
|
Tahun | : |
2014
|
Call Number | : |
338.532 414 UTA p
|
Perpustakaan | : |
Fakultas Pertanian
|
Letak | : |
1 eksemplar di Skripsi
|
|
Abstrak :
Minyak Nilam adalah salah satu jenis minyak atsiri yang diperoleh dengan cara penyulingan daun nilam. Minyak nilam merupakan bahan baku parfum dan sebagai aroma terapi. Salah satu industri minyak nilam di Kabupaten Banyumas adalah UD Liman Jaya yang didirikan oleh Bapak Hadi Pranoto pada tahun 1974. Produksi minyak nilam di UD Liman Jaya sangat tergantung dengan pasokan daun nilam dari petani. Hal tersebut menyebabkan UD Liman Jaya memerlukan beberapa metode analisis agar mampu mempertahankan usaha dan memperoleh laba. Tujuan penelitian adalah mengetahui harga pokok produksi minyak nilam pada UD Liman Jaya dan menentukan perencanaan laba pada UD Liman Jaya.
Penelitian dilakukan di UD Liman Jaya Desa Kutaliman Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada bulan Juli 2013.Metode penelitian adalah studi kasus. Data penelitian yang digunakan adalah data produksi bulan Januari sampai bulan Juni 2013. Metode pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah metode harga pokok produksi variabel dan perencanaan laba antara lain titik impas, margin of safety, margin income ratio, kemampuan memperoleh laba dan titik penutupan usaha.
Hasil penelitian diperoleh menunjukkan harga pokok produksi terendah pada bulan April sebesar Rp166.875,00 per kilogram dan tertinggi pada bulan Januari, Maret dan Juni yaitu sebesar Rp 170.750,00 per kilogram. Harga jual minyak nilam per kilogram Rp400.000,00lebih besar dari harga pokok produksi sehinggaUD Liman Jaya sudah memperoleh laba. Hasil analisis perencanaan laba menunjukkan nilai titik impas dalam volume penjualanRp16.808.867,00 atau sebesar 41,8kg, nilai margin of safety sebesar 74% dari penjualan(Rp47.360.000,00), nilai margin income ratio sebesar 57,5 % dari penjualan (Rp36.800.000,00) serta kemampuan memperoleh laba sebesar 42,5% dari penjualan (Rp27.200.000,00) dan nilai titik penutupan usaha Rp6.988.589,00 atau sebesar 17,5kg. Rata-rata penjualan UD Liman Jaya per bulan sebesar Rp64.000.000,00 atau sebesar 160kg lebih besar dari perencanaan laba sehingga UD Liman Jaya mampu mempertahankan usaha, membayar biaya tetap tunai dan memperoleh keuntungan.
|
Kembali
|