MENU
|
|
Jenis | : |
KKM
|
Judul | : |
Analisis kehilangan hasil pascapanen gabah varietas ciherang dan logawa
|
Subjek | : |
Rice : Pascapanen, Padi
|
Pengarang | : |
ARIFRANA, Sandi
|
Pembimbing | : |
1. Wiludjeng Trisasiwi
2. Rifah Ediati
|
Prodi | : |
TEKNIK PERTANIAN
|
Tahun | : |
2015
|
Call Number | : |
631.55 ARI a
|
Perpustakaan | : |
Fakultas Pertanian
|
Letak | : |
1 eksemplar di Skripsi
|
|
Abstrak :
Penanganan pascapanen padi yang baik merupakan upaya sangat strategis dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi. Salah satu masalah utama pada penanganan pascapanen padi adalah tingginya kehilangan hasil. Penanganan pascapanen yang tepat diperlukan untuk menekan tingkat kehilangan hasil yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghitung jumlah kehilangan hasil masing-masing varietas gabah padi selama pemanenan, penumpukan, dan perontokan; 2) Menghitung jumlah kehilangan hasil masing-masing umur gabah selama pemanenan, penumpukan, dan perontokan; dan 3) Mengetahui perbedaan kehilangan hasil pascapanen skala penelitian dan skala petani.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak kelompok (RAK). Faktor yang diuji terdiri dari 2 faktor yaitu varietasdan umur pemanenan.Varietas terdiri dari Ciherang dan Logawa, sedangkan umur pemanenan terdiri dari umur pemanenan 116 hari dan umur pemanenan 108 hari sehingga diperoleh 4 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 12 unit percobaan.
Variabel yang diamati meliputi kehilangan hasil pada saat pemanenan, kehilangan hasil pada saat penumpukan, kehilangan hasil pada saat perontokan dan kehilangan hasil total.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan umur pemanenan berpengaruh nyata terhadap kehilangan hasil pada saat pemanenan dan kehilangan hasil total. Kehilangan hasil varietas Ciherang lebih tinggi dibandingkan pada varietas Logawa dan kehilangan hasil pada pemanenan umur 116 hari lebih tinggi dibandingkan pada pemanenan umur 108 hari. Sementara itu, interaksi perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap kehilangan hasil total. Kehilangan hasil tertinggi adalah pada varietas Ciherang umur pemanenan 116 hari. Kehilangan hasil total pada skala penelitian berkisar antara 12,39 – 18,27%, sedangkan pada skala petani, kehilangan hasil total berkisar antara 16,16 – 20,96%.
|
Kembali
|