MENU
Judul : Trichogramma chilotrsaeae PARASITOID TELUR Helicoverpa armigera (Hubner) pada populasi inang rendah ?
Subjek : Parasitoid telur, Helicoverpa armegera
Pengarang : Sujak dan Nurindah
Sumber : Agrovigor : Jurnal Agrokoteknologi
Volume : 4
No : 1
Perpustakaan : pertanian
Abstrak : ABSTRACT

Helicoverpa armigera Hubner is an insect pest of corn and cotton crops. Eggs are laid by H armigera imago on corn silk and cotton crops often have high mortality, mainly caused by egg parasitoid H. armigera egg on various agroecosystem reported can be parasited by at least 12 species of Trichogrammatidae. The purpose of this study was to determine the diversity of Trichogarnmatidae family as parasitoid eggs of H. armigera on low popuiation. H. armigera egg sample taken from Asembagus, Lamongan and Blora at I m2 field both monocultur and intercropping. Observation of parasitoids and predators done at the laboratory of Biological Control Balittas Malang. Parasitoid that appears preserved in the Hoyer medium for identification purposes. low population of H. armigera Egg in Asembagus is 4 eggs/m2 in both monoculture maize and intercropping with 86-100 days after transplanting (DAT) cotton and 4.5 egg/m2 on cotton monoculture and intercropping with 75 DAT soybean, while 2 eggs/m2 in the Lamongan and Blora com agroecosystem. The dominant egg parasitoid in Asembagus is T. chilotraea, as well as in Lamongan and Blora.

ABSTRTAK

Helicoverpa armigera Hubner merupakan serangga hama tanaman jagung dan kapas. Telur yang diletakkan imago H. armigera pada rambut jagung dan tanaman kapas sering terjadi mortalitas yang Tinggi, secara kuantitatif terutama disebarkan oleh parasitoid telur. Telur H. armigera pada berbagai agroekosistem dilaporkan dapat diparasit oleh sedikitnya 12 spesies trichogrammatidae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragarnan parasitoid telur dari Famili Triehogiammatidae yang memarasit telur H. armigera pada populasi rendah. Pengambilan sampel telur H. armigera dilakukan di Asembagus, Lamongan dan Blora. Pengumpulan telur H. armigera dilakukan pada populasi telur rendah pada tanaman jagung dan kapas dengan ukuran 1 m2 baik pada tanaman monokultur maupun tumpangsari. Pengamatan parasitoid dan predator dilakukan di Laboratorium Pengendalian Hayati Balittas Malang. Parasitoid yang muncul diawetkan dalam bentuk preparat dengan medium Hoyer untuk keperluan identifikasi. Telur H. armigera populasi rendah di Asembagus sebanyak 4 butir/m2 pada jagung monokultur maupun tumpangsari dengan kapas umur 86 - 100 hari setelah tanam (HST) dan sebanyak 4,5 butir/rn2 pada kapas monokultur maupun tumpangsari dengan kedelai umur 75 HST, sedangkan pada agroekosistem jagung di Lamongan dan Blora, telur H. armigera sebanyak 2 butir/m2. Parasitoid telur yang dominan di Asembagus adalah T. chilotraea, demikian juga di Lamongan dan Blora. Penyebab dominasi T. chilotraea yang memarasit telur H. armigera pada populasi rendah telah dibahas.