MENU
Judul : Dampak implementasi sekolah lapang pengendalain hama terpadu (SLPHT) padi terhadap penggunaan pestisida
Subjek : Padi, Pestisida
Pengarang : Suharjono
Sumber : Agrovigor : Jurnal Agrokoteknologi
Volume : 4
No : 1
Perpustakaan : pertanian
Abstrak : Abstract

The objectives of this research are to study relations between IPM technology pesticide use. The factors is education level, age, experience level and economic level of the farmers. This research is corelational research with an ex-post facto approach. The data were taken from 150 farmers that have been participate in FFS-IPM and 2A farmers non-FFS-IPM as a control. The data were tabulated by using frequency tabulation and analyzed by path analysis.

The data that have taken and desciptive analyzed show that: (1) the level of knowledge on IPM and adoption for IPM of whole respondent FFS-IPM fanners is in low category (100%), furthermore the attitude toward IPM for the greater part of respondent of FFS-IPM farmers is in medium category Q2%). (2) the level of pesticide use for the greater part ofrespondent of FFS-IPM farmers is in low category (47,3yo), while for the greater part of respondent of non FFS-IPM farmers is in high category Q0%).

Results of path analysis show that level of knowledge on PM, economic farmers, and adoption rate of IPM have simultaneous and
significaltly effect on level of pesticide use with contribution on 5 1,804.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dampak dari implementasi program SLPHT di Kabupaten Jernber dengan mempelajari tingkat penggunaan pestisida dan tingkat produksi padi di tingkat petani SLPHT. Faktor yang mempengaruhi adalah tingkat pendidikan, usia, tingkat pengalaman dan tingkat ekonomi petani. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan ex post-facto. Data diambil dari 150 petani yang telah berpartisipasi dalam SL,-FF{T dan 2A petani ncn-SL-FF{T sebagai kontrcl. Data ditabulasi dengan menggunakan tabulasi frekuensi dan dianalisis dengan analisis jalur. Data yang telah diarnbil dan dianalisis deskriptif menunjurkkan bahwa: (l) tingkat pengetahuan dan adopsi PHT petani seluruh responden FFS-IPM
dalam kategori rendah (100%), selanjutnya sikap terhadap PHT untuk sebagian besar responden petani SL-PHT adalah dalam kategori sedang (92%). {2) tingkat penggunaan pestisida untuk sebagian besar responden petani SL-PHT adalah dalam kategori rendah (47,3%), sedangkan untuk sebagian besar responden petani non SL-PHT dalam kategori tinggi (70% ).

Hasil analisis jalur rnenunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan adopsi PHT serta ekonorni petani berpengaruh secara simultan dan signifikan pada tingkat penggunaan pestisida dengan kontribusi 51,8%.